Dari istilah korupsi itu mulai muncul koruptor sebagai orang yang melakukan tindak korupsi. Saat ini istilah tersebut melekat pada diri pejabat, polisi, atau pemerintah. Memang tindakan korupsi ini sangat membuat kesal berbagai pihak, khususnya yang berimbas pada rakyat. Namun, saat ini hanya sedikit dari pelaku korupsi tersebut yang diproses secara hukum, karena koruptor tersebut sudah tidak memiliki harta dan kekuasaan lagi, tetapi buat para koruptor yang masih memiliki dua hal tersebut proses pengadilan dapat dilewati dengan mulus. Seperti mulusnya uang baru mereka.
Saya tertarik sekali mengenai wacana: hukum mati para koruptor seperti yang dilakukan di negara China sana. Mereka dengan tegas menindaklanjuti kasus korupsi dan tidak peduli siapa dan apa jabatan dari pelaku. Ada satu pertanyaan menarik dari Yahoo answers! bisa dilihat di sini
Namun, apakah hukuman mati akan benar-benar efektif jika diterapkan di Indonesia? Pertanyaan seperti itu muncul karena sebenarnya hukuman mati bagi para pengedar narkoba sendiri belum ditegakkan dengan benar. Memang sebagian dari kita curiga dengan permainan aparat. Tapi itu aparat yang k***rat. Itulah yang merusak bangsa Indonesia.
Hukuman mati tentu saja akan jauh efektif bila aparat penegak hukum betul-betul bekerja keras dan bersih dari korupsi pula. Hukuman mati bisa saja dijalankan mengingat dari efek yang ditimbulkan karena tindakan korupsi tersebut. Yang menyebabkan jatuhnya Indonesia adalah korupsi, dari korupsi tersebut mulai muncul kemiskinan, naiknya harga-harga, tidak tersalurkan bantuan bencana, kematian, dari sana semua lalu muncul sikap maling! dan dari sana muncul sikap saling curiga dari masing-masing kelompok dan akhirnya berujung pada kerusuhan. Menurut saya, tindakan korupsi itu lebih parah dari tindakan terorisme dan patut diberantas.
namun, hukuman mati juga dapat di tiadakan apabila koruptor tersebut mau kembali ke masyarakat dan bertobat, serta yang terpenting mengembalikan hasil jarahan kepada masyarakat sesuai dengan fungsi awalnya.
di atas hanyalah es buah sebuah opini dari seorang yang buta hukum.
sumber Undang-undang yang memperbolehkan adanya hukuman mati:
UU No 31 Tahun 1999
“Jatuhkanlah tiga buah batu dari pesawat udara di wilayah Indonesia , maka
yakinlah satu di antara batu itu akan mengenai kepala koruptor!” ( Andree_784 )

Januari 7, 2008 pukul 12:36 pm |
iya, saya setuju korupsi di hukum mati, walau terlalu sadis…
mending di potong tangan saja…:)
sekalian jadi pembelajaran buat calon koruptor…
thanks dah drop by.
Januari 7, 2008 pukul 12:37 pm |
mati, sak keluarga2 nya, ibarat kata 1 garis keturunan di singkirkan dari muka bumi…
kalo hukumanya begini, anda berani korupsi ?
Januari 7, 2008 pukul 12:42 pm |
Hohoho…sayah sebagai PNS yang masih bau kencur sih stuju ajah hukuman mati buat koruptor. Sampai sekarang juga sayah belum pernah korupsi,
karena belum ada kesempatan.Tulisannya idealis banget, khas mahasiswa…pertahankan itu mas.
Tapi ada yang sedikit mengganjal, mungkin tulisannya bisa lebih rapi jika di “justify” jadi bisa rapi tulisan yang di kanan.
Any way Lam Kenal…*salaman*
Januari 7, 2008 pukul 2:05 pm |
@ raffaell…
kalo bapakmu yang korupsi, kamu juga mau dihukum mati juga?? Kalo menurut caramu, aku akui sangat EFEKTIF…tapi itu jika kamu gak punya hati..manusia itu lemah..serba lemah..menurutku solusinya hanyalah masalah ATTITUDE..meskipun dirasa sangat teoritis, tapi kenyataannya seperti itu..kualitas sikap seseorang membuat dia menjadi manusia yang lemah yang lebih baik..
aku gak setuju dengan adanya hukuman mati..jika hitler bisa membunuh jutaan orang..apakah cukup dengan menembak mati dia? Sangat ironis memang..hukum selalu bentrok dengan nalar dan hati nurani..
Januari 7, 2008 pukul 2:11 pm |
@Daengrusle: ya juga kalau gak salah kan di Arab sana yang melakukan kejahatan dengan tangannya maka tangannya dipancung….nah kalau itu bisa menimbulkan efek jera bisa tuch buat menjadi masukan buat para pejabat kepolisian dan kejaksaan.
@Rafaell: piss ah mas!
@Adis: Sebelumnya terima kasih buat masukannya mas! salam kenal juga (membalas salaman). Nah kalau pun ada waktu buat korupsi sebaiknya jangan dilakukan karena yang namanya rejeki itu datangnya dari Tuhan.
Januari 7, 2008 pukul 2:18 pm |
@Andre Hartawan: ya gitu dheh makanya saya tulis di judul…layakkah?!
Januari 7, 2008 pukul 3:00 pm |
Welah dalah, bagus banget nih tulisan! gini aja, kalo misalnya dibuat tingkatan dulu,
Yang paling rendah, suruh kembaliin uang dikorup, pecat dari kerjaannya.
Menengah, potong tangannya
Tertinggi, hukum mati dengan cara suruh nelan uang yang udah dikorupnya dengan catatan, uang yang dimakan kudu uang logam. hehehehe
Januari 7, 2008 pukul 5:16 pm |
shock terapi bagus banget…
kan sudah diterapkan di china.
tapi gitu deh untuk dibudayakan di Indonesia blum bisa soalnya semuanya masih termasuk kroni2nya…
Januari 9, 2008 pukul 11:22 am |
Hukuman mati?
Yakin nie…
Orang mau ngubleg2 koruptor besar aja si SBY takutnya setengah mati dan masih terkesan setengah2 apalagi menerapkan hukuman mati.
Orang hukuman mati bagi kasus bom bali aja sampai sekarang belum dieksekusi, nah apalagi koruptor.
Kasusnya pak Harto juga gimana nih?
Apa hilang begitu saja atau kah…
Nobody know about that in Indonesia.
Negara besar yang selalu ragu2 memberantas korupsi, soalnya yang mau memberantaspun juga jago korupsi sih!
Januari 9, 2008 pukul 3:47 pm |
Wah, gak yakin kalo bisa dijalanin. Abis, koruptor kan banyak duit, algojonya bisa dibeli, hakim bisa dibeli, hati nurani rakyat pun bisa dibeli.. jadi hukuman yang pantes buat koruptor ya diarak ditengah jalan…
Januari 9, 2008 pukul 7:33 pm |
setuju sama daeng rusli, jadi ada efek jera
korupsi sama dengan mencuri
Januari 10, 2008 pukul 2:53 pm |
@Gempur: bagus juga tapi kok mengerikan ya!!!
@Arul: yup Anda bedul sekali!
@Evelyn: semoga bukan pengalaman pribadi ya!!he2 piss
@Setiawan: habis diarak di tengah jalan terus dihukum mati…..he2x! (bercanda ya koruptor!!!)
@Laksono: Siip! yang gak setuju sama DaengRusli cuma koruptornya doank!!!
Januari 10, 2008 pukul 11:03 pm |
Hukuman mati..?
Ih, sereemmm…..
*sambil nusuk koruptor……*
Januari 11, 2008 pukul 9:59 am |
mungkin hukuman mati itu bisa juga jadi shock therapy buat koruptor. MUNGKIN loh yaaa…
*tolong jgn timpukin pala gw, hehe*
Januari 11, 2008 pukul 4:07 pm |
jagan di hukum mati…..
mending koruptor disuruh kerja RODI SAMPAI MATI buat bayar hutang
HEHEHEHEHEHEH
Tapi kalo terpaksa di bunuh boleh juga……saya ngak melarang
Januari 11, 2008 pukul 5:54 pm |
@antarpulau: kalau di pulau anda gmana tuch kalau ada koruptor?
*sambil nutup telinga koruptor*
@ndutyke: wah ya sebenarnya kan adanya hukum itu buat pembelajaran bagi para pelaku tindak kejahatan. Cuma bukan undang2 atau hukumnya yang jelek tapi memang implementasi di lapangan cukup buruk. (wah mbak! Kalo saya timpuk badan boleh donk?he2x )
@kucingair:ditenggelamkan di air, biar ketemu kucingair.
Januari 12, 2008 pukul 7:03 am |
===================
gampang….
kita kelitikan aja dia sampe dia gak bisa ketawa lagi…
Januari 12, 2008 pukul 7:56 am |
@antarpulau:kejam juga.
Januari 15, 2008 pukul 9:59 am |
luayak sekaleeeee…