Dies Natalis Ubaya ke 40

(bukan promosi!), berkuliah di ubaya sebetulnya bukan keinginan saya. Secara pribadi saya ingin sekali berkuliah di universitas negeri dan mengambil jurusan kedokteran. Tetapi apa daya, otak pun tak sampai. Akhirnya saya memutuskan untuk berkuliah di satu satunya universitas yang masih membuka pendaftaran…sampailah saya di Ubaya.

Ulang tahun Ubaya ke-40 kali ini sepertinya berlangsung meriah, karena saya melihat berbagai spanduk yang dipasang di sepanjang jalan di kota Surabaya. Bahkan saya melihat ada acara open house dan berbagai acara di Tunjungan Plaza. Kurang tahu tanggal pastinya karena saya sebagai mahasiswa punĀ  tidak pernah diberitahu gembar gembor ulang tahun Ubaya. Kemudian Ubaya juga mengadakan lomba kompetisi antar SMA!

Sayang, saya kekurangan informasi mengenai acara-acara tersebut, padahal kalau mau menggunakan mahasiswa sebagai media promosi dies natalis ubaya ke-40 tersebut, tentu saja akan menghemat biaya. Tapi gak taulah, saya mah mahasiswa awam teu ngarti naon-naon!

2 Tanggapan ke “Dies Natalis Ubaya ke 40”

  1. Andre Berkata:

    katanya gak mau posting tentang Dies Natalis Ubaya…weekksss..berarti bang niko lagi kehabisan postingan nih*mekso*..wakakakaka…

    salam hangat…from your f**s”
    (diedit oleh nico)

    saya menjawab:
    maaf nich Ndre, sedikit diedit, seharusnya saya yang menjadikan kamu sebagai panutan….he2x
    wah kasian Ndre, kemarin saya ngobrol dengan dosen ekonomi, beliau bilang kalau biaya kuliah saat ini sebetulnya mepet dengan keadaan yang sebenarnya. Tetapi kok iklannya buat dies natalis cenderung mewah….Jadi saya bantu meringankan beban ubaya dan seharusnya pihak Ubaya menyadari mengenai kehadiran komunitas, kayak kita gini (sori nich buat yang gak tau ubaya! he2x buka aja ubaya.ac.id) dan kalau memang untuk ulang tahun saja ada biaya, maka seharusnya biaya kuliah itu bisa dipermurah

  2. jimmy Berkata:

    mas niko asli orang sunda ya? bisa geuningan ngomong teu naon naon ? :D

    saya menjawab:
    bukan, saya bukan orang sunda, saya hanya orang yang mengerti basa sunda walau hanya little-little saja, maklum saya tinggal di Cilegon (eks-Jawa Barat, sekarang Banten) selama kurang lebih 9 tahun dan di sana banyak orang yang pake basa sunda jadi sedikit-sedikit ngerti!
    Om Jimmy Orang Pasundan!?

Tinggalkan Balasan